Yang Lagi HOT!

Posted by : JIM Senin, Mei 05, 2014

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Hello sobat pembaca. Sekitar seminggu yang lalu (atau lebih), kebetulan aku yang suka anime ini membaca list-list anime baru dari web, dan ada sebuah anime yang entah mengapa menarik hatiku, judulnya saat aku membaca itu, “Mushishi Zoku Shou (Season 2)”. Dari aku melihat dan membaca sekilas, aku merasa tertarik untuk menontonnya. Tetapi yang season 1 aja belum saya baca. Jadi saya ingin menonton yang season satunya dahulu. Akhirnya aku mendownload terlebih dahulu Mushishi yang season satunya sampai selesai, kemudian baru menontonnya. Memang sih sudah seminggu, tapi sekarang aku masih menonton sampai setengah, masih 13 dari 26 episode. Maklum, walau suka anime tetapi saya bukan maniak, masih banyak yang harus saya lakukan di dunia nyata.

Baiklah, langsung saja, di sini saya mau sedikit (bisa dibilang) me-review isi dari anime Mushishi ini, walau nontonnya masih setengah sih. Nah, apakah yang membuat saya ini sampai mau me-review-nya? Apakah jalan ceritanya yang begitu wah, ataukah art-nya yang begitu bagus. Tidak, bukan demikian. Dari segi ceritanya bisa dibilang biasanya saja, tidak ada sesuatu yang begitu greget bila dibandingkan dengan anime-anime zaman sekarang yang ceritanya begitu wah-wah begitu. Dan dari segi desainnya pun tidak begitu wah bila dibandingkan dengan anime yang sekarang ini yang grafisnya begitu detail dan berwarna serta dengan tokoh yang digambarkan begitu bagus. Tidak, sama sekali tidak begitu wah bila dibandingkan dengan kebanyakan anime zaman sekarang.

Jadi, apa yang membuat saya terpesona dengan Mushishi ini? Entahlah, mungkin saya terjangkit pengaruhnya Mushi. Atau mungkin karena saya adalah orang kuno yang terjebak di zaman modern, karena pada anime ini didesain dan diceritakan dengan begitu sederhana dan tradisional, ciri khas untuk orang-orang kuno. Mulai dari pemandangan-pemandangan yang diberikan, terdapat banyak gunung, sawah, desa per desa dengan jarak yang cukup berjauhan, dan pemandangan-pemandangan khas lainnya. Penggambaran desainnya pun tidak seperti kebanyakan anime zaman sekarang yang terlihat art-nya begitu menonjol, di Mushishi ini penggunaan warna dan art-nya bisa dibilang sederhana, tidak menonjol. Dari karakter-karakternya pun, jika banyak anime sekarang tokoh-tokohnya bisa dibilang sudah tidak menggambarkan ciri-ciri orang Jepang, seperti yang pernah aku baca/ dengar, katanya tokoh anime itu bukanlah gambaran orang Jepang, orang Jepang itu masihlah orang Asia, jadi ciri-cirinya masih mirip-miriplah dengan orang Indonesia, sedangkan di anime zaman sekarang ini rambutnya banyak yang warna-warni dan mukanya pun kebarat-baratan gak jelas. Maka tidak demikian dengan tokoh-tokoh di Mushishi, kebanyakan rambut-rambutnya masih steril berwarna hitam dan wajahnya masih khas-khas Jepang lah, paling yang sedikit aneh ya tokoh utamanya doang, rambutnya putih, tetapi itupun karena ada alasannya, disebabkan terkena oleh efek salah satu Mushi.
Baiklah, mungkin sudah cukup untuk pengenalan desainnya, sekarang masuk ke segi ceritanya. Mushishi ini mungkin bisa dibilang cerita mengenai orang kuno Jepang yang masih percaya dalam hal-hal berbau mistis. Dalam anime ini menceritakan bahwa di dunia ini ada makhluk hidup lain selain kita, manusia, ataupun tumbuhan dan hewan, yaitu mereka yang disebut dengan Mushi. Mushi ini disebutkan sebagai makhluk hidup yang primitif dengan susunan organ yang bisa dibilang sangat sederhana. Kehidupan mereka ini kebanyakan hidup secara parasit di tubuh makhluk lain. Dan kalau aku mengatakannya mereka ini bisa disebut sebagai Protista, ya ada Protista mirip hewan atau juga Protista mirip tumbuhan, begitu juga mereka. Tetapi walau mirip Protista dari susunan sarafnya, mereka juga bisa dibilang sebagai ‘hantu’, ada sebagian orang yang bisa melihatnya tetapi banyak juga yang tidak bisa dilihat. Pokoknya anehlah makhluk hidup yang disebut Mushi ini, tetapi yang pasti kebanyakan dari mereka hidup parasit dan memberikan efek tertentu pada makhluk yang menjadi inangnya.

Walau seperti sudah saya jelaskan mengenai makhluk bernama Mushi ini, tetapi mungkin Mushi yang muncul di episode pertamanya ini tidak seperti deskripsi saya tersebut. Gak tahu kenapa di episode pertama tersebut ada Mushi yang lebih mirip dengan hantu berbentuk manusia. Masih bisa diajak mengobrol oleh mereka yang bisa melihatnya, padahal kebanyakan Mushi yang lain tidak bisa diajak berkomunikasi.

Nah, kemudian apa itu Mushishi? Mungkin bisa dibilang bila Mushishi itu adalah orang yang ahli dan mengetahui banyak hal tentang Mushi. Jika Mushi merupakan suatu parasite yang memberikan efek tertentu, yang biasanya penyakit/ berupa sakit, yang mana para dokter sampai angkat tangan dan sama sekali tidak bisa mengerti tentang penyakit itu, maka itulah tugas Mushishi, yang akan mengusir Mushi dari tubuh pasiennya dan mengembalikan kembali keadaan pasien. Dan dalam anime ini tokoh utamanya bernama Ginko, seorang Mushishi pengembara, dahulu sih ketika masih kecil namanya adalah Yoki, namun karena suatu sebab yang diakibatkan Mushi, dia kehilangan ingatannya dan bla bla… panjanglah ceritanya.
Yah… sudah deh, cukup sekian saja review singkat ini, selebihnya bila ingin tahu, tonton saja langsung animenya. Cari-cari di google banyak kok.

{ 10 Comments... read them below or Comment }

  1. reviewnya bagus mas.. kalau saya memang ngga penggemar anime, ada nih teman sekamar saya yang hobi nonton anime, tiap hari mungkin ada 5 anime berbeda yang ditontonnya, dan ngikutin terus dari episode 1 sampe habis

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, kalau itu sih sudah maniak, kalau saya sih memang suka anime, tapi cuma beberapa aja, yg menurut saya bagus...
      cuma sekadar buat hiburan...

      Hapus
  2. wah saya malah baru dengar istilah mushi mas hehehe harus banyak belajar nih dari mas JIM :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. he? ini tentang anime, mbak.. :)

      Hapus
  3. saya juga baru denger istilah mushi gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, wah, ini anime kak...

      Hapus
  4. mirip2 jin Qorin*


    *http://www.konsultasisyariah.com/mengenal-jin-qorin/

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, apa itu sob?
      kurang pengetahuan nih, langsung baca deh...

      Hapus
  5. Wah,, dulu Ishmah suka banget sama anime, tapi kaya yang dibilang mas JIM, masih banyak yang harus dilakukan di dunia nyata. jadi Ishmah ga lagi deh nonton anime.. Kalau Ishmah masih nonton pasti langsung minta pilemnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya, saya nonton cuma buat hiburan doang... :D
      jadi. masih nonton, tapi juga nyadar waktu... :)

      Hapus

- Copyright © ShadowZ Space - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -