Yang Lagi HOT!

Posted by : JIM Minggu, Agustus 03, 2014

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Bismillah… Umur manusia. Tidak ada satupun manusia yang mengetahui seberapa banyak jatah umur yang disediakan ALLAH untuknya. Mungkin memang, umur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam mencapai hingga sekitar 63 tahun dan begitu pula dengan umatnya (kita) yang dijatah/ memiliki umur tidak berbeda jauh dari Rasulullah (tidak seperti umat-umat rasul yang lain yang mencapai ratusan bahkan hingga ribuan tahun). Walaupun dalam kenyataannya yang kita lihat dalam kehidupan sekarang ini, jatah umur yang dimiliki setiap manusia bervariasi dan berbeda jauh (dalam ukuran kita). Ada yang dijatah hanya sampai masa remaja (umur hanya 20 tahunan/ ke bawah). Kemudian ada yang dijatah sampai masa paruh baya (sekitar 40-60 tahunan). Dan ada pula yang berumur panjang hingga mencapai umur Rasul, bahkan hingga ada yang lanjut usia (lebih dari 70 tahun).

Itulah umur manusia, suatu hal yang selalu menjadi misteri dan tidak ada manusia yang dapat mengetahuinya. Kita memang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap panjang umur kita, bahkan walau kita menginginkan bisa berumur panjang hingga lebih dari 60 tahun, tetapi bila dijatah tidak sampai segitu oleh ALLAH, ya tetap saja kita tidak bisa apa-apa. Itulah ketentuan mutlak dari-NYA yang tidak bisa diganggu-gugat lagi. Tetapi itu bukan berarti kita hanya bisa pasrah berpangku tangan, mari coba kita lihat penyebab kematian yang sering terjadi di rentang usia tertentu tersebut yang mungkin bisa menjadi bahan renungan bagi kita.

Di usia muda/ remaja, banyak kematian yang diakibatkan perbuatan-perbuatan tidak senonoh semacam bunuh diri, overdosis akibat minuman keras atau narkoba, ketergantungan obat-obatan, tawuran, ataupun kenakalan remaja lainnya. Kenapa hal ini bisa terjadi? Misalnya bunuh diri, mungkin itu bisa diawali karena rasa putus asa terhadap sesuatu (yang mungkin hal sepele), kemudian bingung tidak tahu harus berbuat apa, pikiran jenuh/ terbebani, stress, dan akhirnya berpikir untuk mengakhiri hidup. Juga untuk kenakalan remaja lainnya, mungkin disebabkan oleh hal-hal yang membuat diri terbebani dan stress.

Sementara itu, untuk usia paruh baya, penyebab umum kematian yang sering terlihat (setidaknya yang penulis ketahui) adalah dikarenakan ‘penyakit modern’ semacam liver, kanker, stroke, dan berbagai hal lainnya. Memang dalam hal ini (penyakit) adalah suatu hal yang tidak terduga terjadinya dan tentunya tidak ada orang yang mau terkena penyakit, tetapi perlu kita ketahui pula, seringkali suatu penyakit diakibatkan oleh kondisi psikis seseorang yang down, banyak pikiran/ masalah, terbebani, stress, dan lain halnya. Sedangkan untuk orang-orang yang bisa berumur panjang, mereka pasti memiliki kiat-kiat hidup sehat untuk dapat terhindar dari penyakit-penyakit semacam itu dan terbebas dari pikiran stress hingga bisa lanjut usia (di samping jatah umur yang diberikan oleh ALLAH).

Di usia saya masih tergolong dini ini, saya memang tidak tahu secara pasti apa rahasia sebenarnya dari mereka yang bisa hidup aman, tenteram, bahagia, dan sentosa hingga bisa mencapai umur di atas 60 tahun (selain dari artikel/ penuturan dari mereka). Tetapi di sini saya akan mencoba untuk sedikit mengulas mengenai bagaimana dapat hidup bahagia (terhindar dari kesengsaraan hidup) hingga umur lanjut. Sebelum mengulasnya lebih lanjut, coba dilihat terlebih dahulu dua hal penyebab kematian yang telah saya sebutkan (untuk usia remaja dan paruh baya), dapat disimpulkan bahwa semua itu kembali kepada pikiran kita, yang memikirkan ini dan itu tak menentu hingga pada akhirnya berujung pada sesuatu yang tidak diinginkan. Di sini saya tidak mengatakan bahwa kematian itu disebabkan oleh pikiran stress dan terbebani. Tidak. Tetap umur itu ada pada kuasa-NYA. Tetapi dari sini dapat kita pahami, setidaknya di rentang umur yang kita miliki, bisa kita usahakan untuk menghindarkan diri dari segala bentuk hal yang hanya akan membawa kesengsaran hidup. Dan pada akhirnya, kita bisa menikmati kebahagiaan hidup dalam umur yang kita miliki.

Sekarang masalahnya, bagaimana kita bisa menghindari hal-hal yang dapat membawa pada kesengsaraan hidup? Dari khutbah Jum’at yang pernah saya dengar di bulan Ramadhan yang lalu (lupa kapan tepatnya, mungkin sekitar 11 atau 18 Juli), setidaknya ada lima sumber yang menyebabkan kesengsaraan hidup.

1. Tidak bisa menerima kenyataan
Mungkin inilah penyebab utama kenapa seseorang sampai pikirannya terbebani, stress, hingga berujung pada maut. Tidak bisa menerima kenyataan hidup atau dalam bentuk lain yaitu kurang bersyukur terhadap apa yang dimiliki dalam kehidupan kita ataupun tidak memiliki jiwa yang qanaah. Inilah yang sering terjadi di kalangan masyarakat zaman sekarang ini, frustasi/ putus asa atas kegagalan yang terjadi, suatu hal yang terjadi tidak sesuai dengan rencana/ perkiraan, melihat kondisi tetangga yang lebih baik, dan pada akhirnya tidak menerima kondisinya sendiri. Kemudian karena hal-hal tersebut, memikirkannya secara berlebihan, terbebani, dan akhirnya hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang telah disebutkan di atas pun tidak terjadi.

2. Terlalu khawatir pada sesuatu yang belum pasti terjadi
Hal kedua pun masih menyerang pada pemikiran kita. Hanya saja bila sebelumnya tertuju pada kondisi masa sekarang (dan lalu), selanjutnya karena sesuatu di masa depan. Masa depan memang suatu hal yang tidak pernah kita ketahui dan persiapan untuk menghadapi apa yang akan terjadi memang yang perlu, tetapi itu bukan berarti kita terlalu was-was/ khawatir dengan apa yang akan terjadi nantinya dan membuat pikiran kita menjadi terbebani.

3. Tidak dapat mengendalikan hawa nafsu
Untuk poin yang ketiga ini, saya sedikit lupa mengenainya. Saat pulang dari sholat Jum’at waktu itu, saya sudah mencoba mengingatnya dengan baik, jika tidak salah, poin satu dan tiga diawali dengan kata tidak, sedangkan poin 2 dan 4 diawali dengan kata terlalu. Setelah saya mengingat-ingat sebaik yang saya bisa, kelima poin inilah yang saya ingat sampai sekarang (saat menuliskan artikel ini). Dan semoga saja, Bismillah, poin ketiga ini tidak salah, yaitu tidak dapat mengendalikan hawa nafsu. Memang hawa nafsu tidak selamanya buruk, bahkan tanpa adanya nafsu manusia, zaman tidak akan berkembang sehebat seperti sekarang ini. Tetapi bagaimanapun, nafsu yang tidak dibatasi akan menyebabkan seseorang terjun menjadi pribadi yang dzalim (aniaya/ menyengsarakan) terhadap diri sendiri.

4. Terlalu memikirkan komentar orang lain tentang dirinya
Saran, pendapat, ataupun kritik dari orang lain memang kita perlukan untuk membangun diri menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi tetap harus dalam kondisi yang wajar. Komentar-komentar orang lain yang tertuju pada kita ada baiknya direnungkan sewajarnya, kemudian dengannya kita memperbaiki diri terhadap apa-apa dari diri kita yang kurang, bukan hanya sekadar memikirkan komentar orang tersebut dan menjadi was-was tidak menentu oleh komentar-komentar negatif dari orang lain tersebut.

5. Sulit memaafkan kesalahan orang lain
Setiap manusia memiliki salah dan khilaf, itu adalah suatu yang lumrah. Oleh karenanya sungguh suatu hal yang biadab bila kita tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain, yang pada akhirnya hanya akan menyebabkan tali persaudaraan kita menjadi renggang (atau bahkan terputus) kepada orang tersebut.

Dari kelima poin penting khutbah saat itu, saya telah merenungkannya dengan baik dan menangkap setidaknya ada lima hal yang perlu saya lakukan untuk dapat menjadikan diri ini memiliki kebahagiaan hidup hingga mencapai usia di atas 60 tahun kelak (semoga saja, Amin). Yang pertama tentu saja lebih mensyukuri akan kehidupan yang telah diberikan oleh-NYA dan bersikap qanaah (menerima) atas segala apa yang telah dimiliki sekarang. Poin kedua yaitu melakukan persiapan secara matang untuk menghadapi tujuan/ jalan yang ada di depan dan percaya diri serta tidak takut ataupun was-was terhadap suatu hambatan yang akan datang (yang telah diperkirakan) menyertai jalan hidup atau rencana yang telah disiapkan. Kemudian hal selanjutnya yaitu mengambil/ menjadikan beberapa komentar, pendapat, saran, ataupun kritik orang lain yang membangun sebagai pedoman/ poin penting dalam membangun pribadi yang lebih baik, serta melupakan komentar-komentar lain yang hanya akan menjatuhkan mental. Dan hal yang terakhir yaitu memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain bahkan sebelum mereka meminta maaf, serta mencoba lebih dahulu meminta maaf bila diri sendiri memiliki kesalahan kepada orang lain.

Itulah kelima hal yang kini saya usahakan untuk dapat dilakukan, dengan tentunya tetap diiringi oleh doa dan ibadah kepada-NYA agar usaha yang saya coba untuk dilakukan nantinya akan tetap istiqomah serta mendapat barokah, rahmat, dan karunia dari-NYA. Amin.

Dan untuk yang terakhir kalinya, saya mengucapkan terima kasih kepada PakDhe Cholik yang telah mengadakan giveaway “Road to 64” ini. Kelima poin yang sebutkan di atas adalah poin penting yang telah saya renungi dan saya coba untuk terapkan dalam menjajaki kehidupan saya. Berkat adanya giveaway ini, akhirnya saya menuangkannya ke dalam bentuk tulisan kali ini. Dan semoga tulisan ini bisa menjadi bahan evaluasi (khususnya) bagi diri saya sendiri serta pengingat saya di kala lupa. Terima kasih. :)



{ 8 Comments... read them below or Comment }

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway Road to 64 di BlogCamp
    Segera didaftar sebagai peserta
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali PakDhe
      Bismillah, semoga bisa berkah.. :)

      Hapus
  2. Arrgh - -" point 1, 2, 3 ini kenapa nyantol banget :"(. Oke, harus mulai belajar buat memperbaiki diri. Thanks tips-tipsnya, Jim :))

    Salam kenal dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, iya mbak Hap, JIM itu cuma inisial atau mungkin bisa disebut juga akronim :)
      ya, terima kasih kembali, semoga bermanfaat

      Hapus
  3. Balasan
    1. ya baguslah, saya yang nulis kok ^_^

      Hapus
  4. Perbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, tentu saja mas. ^_^

      Hapus

- Copyright © ShadowZ Space - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -