Yang Lagi HOT!

Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

GRATIS ATAU BERKAH

By : JIM
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Hello, selamat malam sobat. Tadi pagi saya membaca sebuah artikel menarik dari sebuah majalah. Terutama dalam artikel tersebut diawali dengan sebuah kalimat yang menyinggung tentang kota tempat tinggal saya. :D Udah deh… langsung baca aja nih artikel.

Oleh : Ashafani Abd Mannan (Dirut LKN Kotakamal Indonesia)

Mendengar berita marahnya Bu Walikota dan masyarakat Surabaya terhadap ulah orang-orang yang merusak rumput dan taman kota karena ingin mendapatkan es krim GRATIS, membuat saya teringat seorang ibu penjual bunga ketika masuk terminal bungurasih Surabaya saat masih harus bayar peron dulu.

Saya punya pengalaman menarik dengan Si ibu tua penjual bunga keliling itu. menurut pengamatan saya ketika masuk terminal, hampir semua penjaga terminal mengenalnya. Dalam hati saya seorang ibu tua ini tentu sering keluar masuk terminal. Tapi ada yang aneh, biasanya kalau orang itu dikenal apalagi seorang pedagang kecil, masuk terminal dipersilahkan masuk tanpa harus membayar peron bahkan kadang-kadang memaksa masuk tanpa mau membayar. Namun tidak untuk si ibu ini, dia rela untuk ikut antri membeli karcis masuk terminal.

Ibu penjual bunga itu terus saya ikuti. ternyata dia naik bis sejurusan dengan saya. Si ibu tadi mau pulang ke kampungnya di Wonogiri. Kebetulan bis jurusan Wonogiri melewati kota saya Madiun. Saya lihat kursi bis tinggal dua, jadilah saya berdampingan dengan si penjual bunga tadi. Setelah saya lihat mulai nyaman duduknya, saya menyapa ibu tadi, “Jualan di mana aja bu?”

Di menjwab, “Probolinggo, Pasuruan, dan Malang, Mas.”

Karena saya tidak sabar atas kejadian di peron tadi, saya langsung tanya, “Mengapa ibu membeli karcis waktu masuk terminal? Padahal banyak yang kenal ibu, dan biasanya kalau pedagang kan gratis?”
Ibu tadi mejawab, “Saya takut kalau tidak membayar, keuntungan dagangan saya diambil yang ‘di atas’ duluan (tidak untung),”
Dia meneruskan bercerita. Pernah semua dagangannya diobarak-abrik orang gila sampai rusak semua, ketika dia menunggu dagangannya sambil mengantuk. Dan ibu tadi meyakinkan saya, dia tidak untung karena telah mengambil keuntungan lebih dulu dengan cara tidak mau membayar retribusi di pasar.
Sejak kejadian itu, si ibu pedagang bunga tadi lebih suka memberi daripada menerima belas kasih orang lain alias mendapatkan barang atau jasa gratisan. Dan dari hasil penjualannya bisa mencukupi kebutuhan anak dan cucunya di kampung dan juga menikmati dagang bunga walaupun jauh dari kampungnya.
Memang tidak ada yang salah bila kita menerima barang gratisan. Namun tentunya dengan cara yang tertib dan rapi, janganlah berebut, apalagi sampai merusak. Patut kiranya kita merenungkan hadits yang artinya sebagaimana berikut. “Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, niscaya ia akan mendapatkan berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tak akan mendapatkan berkahnya. Dia akan seperti orang makan tetapi tak pernah merasa kenyang. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR. Muslim)

Ssemoga kita bisa mengambil pelajaran dari si ibu penjual bunga dan hadits Rasulullah ini. Wallahualam bishShowab.

Sumber :
Majalah AMAL Edisi 28 Juni 2014 halaman 04.

PERCAYAKAH IBU?

By : JIM
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Pada suatu sore saat terik matahari masih terasa menyengat, seorang ibu muda berjalan memasuki rumahnya dengan wajah suntuk dan tampak letih setelah bekerja di kantor semenjak pagi hari. Sesampainya di dalam rumah ibu muda itu segera merebahkan tubuhnya di atas sofa. Ia belum melihat suaminya pulang dari bekerja, hanya melihat anak tunggalnya yang masih berumur 4 tahun sedang asyik bermain dengan mainannya. Tanpa memedulikan anaknya yang asyik bermain, ibu muda itu menyalakan televisi. Tetapi tidak lama kemudian, tiba-tiba anaknya bertanya dengan wajah polosnya,
Tag : , ,

Berjilbab Fashion Tapi Islami, Emang Ada?

By : JIM
Oleh : Habib Asyrafy
Suatu ketika seorang gadis remaja lulusan Madrasah Aliyah yang telah terbiasa mengenakan jilbab disuruh mamaknya pergi ke kedai untuk membeli sesuatu. Sebenarnya agak repot memang jika ia harus pakai jilbab tiap keluar rumah, apalagi di siang hari terik begini. Rasanya agak gatal dan panas. Tapi ia sudah terbiasa dan tidak lagi merasa terganggu dengan semua itu jadi dia tetap memakainya. Sewaktu di jalan menuju kedai itu, ia dicegat oleh seorang preman botak, seperti setan yang nampak wujudnya dia membisikkan, “Dek bukankah sekarang hari lagi panas? Bukankah negara kita ini negara tropis? Kenapa tak kau copot saja jilbabmu?” si gadis baik itu pun menjawab, “Nggak bang makasih, walaupun panas tapi jilbab ini perintah agama bang. Aku juga tidak begitu mengerti kenapa agama mewajibkannya, tapi pasti untuk sebuah alasan yang baik. Jadi tidak bang terima kasih. INI PERINTAH AGAMA.” Mendengar jawaban mantap gadis itu si preman botak pun pulang keperaduannya dan meratapi kegagalannya.

SEKERANJANG AIR

By : JIM
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Tersebutlah, di suatu daerah di pegunungan, terdapat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek beserta cucunya. Di pagi yang cerah itu mereka berkumpul di sepetak ruangan sedang melantukan ayat suci Al-Qur’an. Tetapi tiba-tiba, seorang anak yang cukup kritis itu bertanya pada sang kakek, “Kek, sebenarnya apa sih kegunaannya saya membaca Al-Qur’an ini?
Tag : , ,

ANAK JALANAN MISTERIUS

By : JIM
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kotak Curhat

Jika sebelumnya telah memberikan sebuah renungan tentang sholat berjama'ah dan juga mengenai Muslim Sejati, maka kali ini ShadowZ Space akan memberikan sebuah Renungan kembali, tapi kali ini melalui sebuah kisah. Sebenarnya, ini adalah sebuah kisah yang ku dengar dari seorang guruku.
Karena ku pikir kisah ini bagus dan mampu menjadi bahan renungan bagi kita, maka ku tuangkan kembali kisah itu dalam bentuk tulisan ini dengan menggunakan bahasaku sendiri sebagai bahan renungan bagi kita.


Alkisah, pada suatu desa dengan penduduk bermayoritas Muslim yang dikenal taat beragama, di siang bolong harinya tepat saat umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, seorang anak jalanan dengan pakaian compang-camping berjalan mengelilingi desa itu. Dengan memasang wajah ceria, senang, dan tanpa dosa, bocah itu bisa dengan santainya melangkahkan kakinya tanpa memedulikan tatapan geram para penduduk desa sekitar yang menjurus padanya.
Tidak ada satupun penduduk desa yang mengenal ataupun mengetahui asal keberadaan anak jalanan itu, tetapi satu hal yang pasti diketahui oleh mereka hanya adalah anak jalanan ini selalu terlihat muncul pada siang hari di bulan Ramadhan ini dengan menikmati sebungkus minuman segar sambil berjalan mengiming-iming para penduduk yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Siapa yang Salah...?

By : JIM
Seorang lelaki duduk di ruang tunggu sebuah apotek untuk menebus obat. Beberapa saat kemudian masuk seorang wanita dengan pakaian ketat dan setengah terbuka bagian (maaf) dada dan pahanya. Si lelaki merasa risih bersebelahan duduk di ruang tunggu itu. Namun entah karena apa, laki-laki tersebut berujar, ”Mbak, tarifnya berapa?”

Mendengar ucapan laki-laki tersebut, spontan wanita itu menjawab dengan nada tinggi. ”Hei, kalo ngomong yang sopan ya. Jangan asal bicara. Saya bukan pelacur. Saya wanita baik-baik!”. Nampak sekali bahwa ia tersinggung.

”Loh, yang bilang Mbak pelacur siapa? Saya juga tidak menuduh Mbak wanita tidak baik-baik? Saya hanya bertanya tarifnya berapa. Sebab cara berpakaian dan berdandan Mbak ini seperti itu”. Laki-laki ini meladeni dengan logikanya sendiri. Orang di samping kiri kanan mulai memperhatikan mereka.

”Hei, dengar ya!”, kata wanita itu semakin tinggi. ”Tubuh, tubuh saya. Pakaian, pakaian saya. Terserah saya mau memakai pakaian yang bagaimana suka-suka saya. Mau setengah terbuka, mau ketat terserah saya. Dasar mata Anda saja yang jelalatan. Pikiran anda saja yang kotor!”. Wanita itu puas berlogika kata. Nampaknya ia merasa menang dengan argumennya. Dengan wajah ketus Ia terus menatap laki-laki di sebelah yang sudah membuatnya berang.


Tag : , ,

- Copyright © ShadowZ Space - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -